Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Peneliti: Gangguan Pasokan Garam Hanya Sementara

Home / Peristiwa / Peneliti: Gangguan Pasokan Garam Hanya Sementara
Peneliti: Gangguan Pasokan Garam Hanya Sementara ILUSTRASI. Petani garam. (Foto: Dok. Times Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kelangkaan garam yang terjadi saat ini mengganggu beberapa produksi industri yang memanfaatkan garam sebagai salah satu bahan bakunya. Namun menurut perkiraan peneliti lembaga Destructive Fishing Watch (DFW)- Indonesia, Subhan Usman,  gangguan pasokan garam ini hanya berlangsung sementara. Ini karena masa panen garam sudah dekat.

"Pemerintah dan masyarakat tidak perlu terlalu panik menghadapi kelangkaan garam sebab ini hanya bersifat sementara," kata Subhan Usman, Sabtu (29/7/2017).

Beberapa daerah sentra garam, menurut dia, tak lama lagi akan memanen garam dan kembali memasok garam ke pasar. Meski demikian, dia menyarankan pemerintah membentuk tim untuk menyelidiki gangguan pasokan yang menyebabkan kenaikan harga garam di pasar belakangan ini.

Dia mengatakan, pemerintah perlu melakukan penelusuran untuk mengetahui apakah kelangkaan terjadi karena ada permainan distribusi oleh mafia atau benar karena kekosongan stok garam di gudang-gudang penyimpanan dan pasar.

"Apabila kelangkaan ini disebabkan oleh permainan, maka pemerintah perlu melakukan tindakan tegas dengan penberian sanksi bagi para pelaku," katanya.

Subhan juga menyarankan pemerintah membenahi pengelolaan produksi dan tata niaga garam. Ia mengatakan ketersediaan dan produktivitas lahan serta kualitas produksi garam masih harus ditingkatkan.

Guna meningkatkan produksi dan kualitas garam, menurut dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan mesti segera mewujudkan paket bantuan sarana produksi dan melakukan pendampingan kepada kelompok usaha garam. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com